Inilah Perbedaan Mencolok Antara Bule dan Orang Indonesia Asli
Inilah Perbedaan Mencolok Antara Bule dan Orang Indonesia Asli - Bervakansi memungkinkanmu bertemu banyak orang dengan latar belakang budaya yang berbeda. Tak heran jika kebiasaan rajin melancong membuat wawasan dan pengetahuanmu semakin bertambah kaya.
Tapi saat pergi traveling, pernahkah kamu mengamati para traveler lainnya? Tahukah kamu bahwa ada perbedaan yang kentara antara kamu dan para traveler bule dari dataran Eropa atau Amerika? Di artikel kali ini, Hipwee akan mengulas tentang perbedaan keduannya. Apa aja sih kebiasaan-kebiasaan yang membedakan antara kamu dan para pelancong bule?
Perbedaan budaya traveling yang paling mencolok adalah dengan siapa kamu menghabiskan liburan; apakah dengan teman dan keluarga atau menikmati vakansi sendiri saja. Traveler Indonesia cenderung lebih suka menikmati tempat baru atau merasakan pengalaman baru dengan orang-orang yang mereka sayangi. Pacar, teman, atau keluarga tentu bisa jadi rekan perjalanan yang menyenangkan.
Namun, kebiasaan ini sedikit berbeda dengan yang dilakukan para bule. Biasanya, pelancong-pelancong asal luar negeri memang lebih menikmati sensasi solo traveling. Kebiasaan pergi bacpacker lengkap dengan tas keril besar, mereka cenderung lebih menyukai perjalanan yang tak biasa dan hemat biaya.
Perbedaan lain yang terlihat adalah alasan mengambil liburan. Turis bule menganggap liburan sebagai sebuah hak. Vakansi jadi sesuatu yang harus mereka dapatkan setelah kerja keras mereka menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan, turis Indonesia tidak merasakan level stres yang sama dengan yang mereka rasakan. Liburan adalah sesuatu yang mereka lakukan untuk mendapatkan pengalaman baru, bukan untuk kabur sejenak dari rutinitas kerja.
Walaupun sama-sama sibuk ketika menyiapkan liburan dan barang bawaan, orang Indonesia cenderung lebih santai dalam menyiapkan perjalanan. Hal tersebut dapat kita lihat dari kebiasaan orang Indonesia yang senang bercanda ria ketika menunggu kendaraan transportasi, alih-alih melihat buku petunjuk atau membaca papan lokasi wisata yang tersedia.
Bule biasanya lebih matang dalam mempersiapkan vakansinya. Kamu tentu sering melihat bule memegang kamus atau buku petunjuk liburan, budaya, dan sejarah tempat yang akan mereka datangi. Bagaimana pun, orang Indonesia memang lebih simple karena tujuan wisata mereka adalah untuk sekadar merilekskan pikiran dan bersenang-senang menjajal pengalaman baru. Sementara, traveler bule cenderung berusaha mewujudkan liburan yang sempurna dan berjalan sesuai rencana.
Karakteristik masyarakat Indonesia yang cenderung sosialis membuat gadget tidak pernah lepas dari genggaman tangan, termasuk ketika pergi vakansi. Akses media sosial bisa didapat kapan dan di mana saja membuat kamu tidak akan merasa kesepian meski dimanapun berada. Kamu bisa selalu terhubung dengan teman-teman atau keluarga melalui dunia virtual.
Hal ini mungkin sedikit berbeda dengan kebiasaan para bule. Bule biasanya akan menikmati waktu menunggu dengan membaca buku tentang destinasi wisata yang akan mereka tuju, bahasa daerah yang digunakan, hingga sejarah tempat yang akan dikunjungi.
Kamu tentu lebih senang jika dalam satu waktu liburan mengunjungi beberapa tempat sekaligus. Dengan begitu, acara liburanmu terasa tidak sia-sia. Memori dan pengalaman yang didapat terasa lebih kaya ketika berkunjung ke beberapa destinasi wisata sekaligus.
Sementara bule bisa jadi lebih senang menjelajah satu tempat dalam waktu yang lama. Mereka akan meluangkan waktu dan tenaganya untuk mempelajari lebih dalam seluk beluk kehidupan masyarakat di tempat tersebut dan ragam budaya yang berkembang di sana.
Tapi saat pergi traveling, pernahkah kamu mengamati para traveler lainnya? Tahukah kamu bahwa ada perbedaan yang kentara antara kamu dan para traveler bule dari dataran Eropa atau Amerika? Di artikel kali ini, Hipwee akan mengulas tentang perbedaan keduannya. Apa aja sih kebiasaan-kebiasaan yang membedakan antara kamu dan para pelancong bule?
1. Kamu yang orang Indonesia asli pasti lebih suka traveling bersama teman. Tapi para pelancong bule justru senang menikmati perjalanan sendirian
![]() |
| Turis Jalan-Jalan |
Perbedaan budaya traveling yang paling mencolok adalah dengan siapa kamu menghabiskan liburan; apakah dengan teman dan keluarga atau menikmati vakansi sendiri saja. Traveler Indonesia cenderung lebih suka menikmati tempat baru atau merasakan pengalaman baru dengan orang-orang yang mereka sayangi. Pacar, teman, atau keluarga tentu bisa jadi rekan perjalanan yang menyenangkan.
Namun, kebiasaan ini sedikit berbeda dengan yang dilakukan para bule. Biasanya, pelancong-pelancong asal luar negeri memang lebih menikmati sensasi solo traveling. Kebiasaan pergi bacpacker lengkap dengan tas keril besar, mereka cenderung lebih menyukai perjalanan yang tak biasa dan hemat biaya.
2. Bagi orang Indonesia, traveling adalah kesempatan menjajal pengalaman baru. Para bule menjadikan liburan untuk sejenak kabur dari rutinitas yang membelenggu
![]() |
| kerjaan numpuk |
Perbedaan lain yang terlihat adalah alasan mengambil liburan. Turis bule menganggap liburan sebagai sebuah hak. Vakansi jadi sesuatu yang harus mereka dapatkan setelah kerja keras mereka menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan, turis Indonesia tidak merasakan level stres yang sama dengan yang mereka rasakan. Liburan adalah sesuatu yang mereka lakukan untuk mendapatkan pengalaman baru, bukan untuk kabur sejenak dari rutinitas kerja.
3. Jika para bule akan banyak perhitungan sebelum bepergian, kamu yang orang Indonesia malahan tak banyak pertimbangan karena yang penting senang-senang
![]() |
| Uang |
Walaupun sama-sama sibuk ketika menyiapkan liburan dan barang bawaan, orang Indonesia cenderung lebih santai dalam menyiapkan perjalanan. Hal tersebut dapat kita lihat dari kebiasaan orang Indonesia yang senang bercanda ria ketika menunggu kendaraan transportasi, alih-alih melihat buku petunjuk atau membaca papan lokasi wisata yang tersedia.
Bule biasanya lebih matang dalam mempersiapkan vakansinya. Kamu tentu sering melihat bule memegang kamus atau buku petunjuk liburan, budaya, dan sejarah tempat yang akan mereka datangi. Bagaimana pun, orang Indonesia memang lebih simple karena tujuan wisata mereka adalah untuk sekadar merilekskan pikiran dan bersenang-senang menjajal pengalaman baru. Sementara, traveler bule cenderung berusaha mewujudkan liburan yang sempurna dan berjalan sesuai rencana.
4. Menunggu membuatmu tak bisa lepas dari ponselmu, sedangkan mereka akan memanfaatkan waktu untuk mengecek peta atau membaca buku
![]() |
| Ponsel |
Karakteristik masyarakat Indonesia yang cenderung sosialis membuat gadget tidak pernah lepas dari genggaman tangan, termasuk ketika pergi vakansi. Akses media sosial bisa didapat kapan dan di mana saja membuat kamu tidak akan merasa kesepian meski dimanapun berada. Kamu bisa selalu terhubung dengan teman-teman atau keluarga melalui dunia virtual.
Hal ini mungkin sedikit berbeda dengan kebiasaan para bule. Bule biasanya akan menikmati waktu menunggu dengan membaca buku tentang destinasi wisata yang akan mereka tuju, bahasa daerah yang digunakan, hingga sejarah tempat yang akan dikunjungi.
5. Orang Indonesia cenderung merasa puas jika bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata sekali jalan. Traveler bule justru lebih suka mengeksplorasi satu tempat saja dalam jangka waktu yang lama
![]() |
| Pesawat Garuda |
Kamu tentu lebih senang jika dalam satu waktu liburan mengunjungi beberapa tempat sekaligus. Dengan begitu, acara liburanmu terasa tidak sia-sia. Memori dan pengalaman yang didapat terasa lebih kaya ketika berkunjung ke beberapa destinasi wisata sekaligus.
Sementara bule bisa jadi lebih senang menjelajah satu tempat dalam waktu yang lama. Mereka akan meluangkan waktu dan tenaganya untuk mempelajari lebih dalam seluk beluk kehidupan masyarakat di tempat tersebut dan ragam budaya yang berkembang di sana.





Komentar
Posting Komentar