Oleh-oleh untuk Dibawa ke Jepang
Oleh-oleh untuk Dibawa ke Jepang - Bagi yang akan pertama kali datang ke Jepang untuk sekolah, biasanya bingung mau bawa oleh-oleh apa untuk sensei atau untuk anggota lab. Juga bagi orang-orang yang pulang kampung, biasanya bingung juga mau bawa oleh-oleh apa ketika kembali ke Jepang.
Berikut ini adalah tips oleh-oleh yang perlu dibawa:
Ketika pertama kali datang, bawalah oleh-oleh, maksudnya untuk bilang, “Mohon bimbingan Anda.” Yang biasa dibawa adalah barang-barang khas Indonesia misalnya wayang, batik, pajangan tradisional.
Ketika kembali dari pulang kampung, bisa membawa oleh-oleh berupa makanan atau minuman Indonesia yang tahan lama dan mudah dikonsumsi. Contoh: kopi Toraja.
Ketika selesai studi, berikan sesuatu untuk ucapan terima kasih. Gw belum pernah mengalami nih, jadi nggak bisa ngasih tips apa-apa. Tapi lihat dari pengalaman kakak kelas sih, dia ngasih penjepit dasi ke sensei.
Bawalah makanan atau minuman yang:
– Bisa dimakan rame-rame. Maksudnya, kita nggak usah ngasih ke semua anggota lab satu per satu tapi bawa aja satu paket oleh-oleh untuk seluruh anggota lab.
– Cukup untuk semua anggota lab. Jangan sampe kita cuma bawa 7 biji padahal anggota lab ada 23 orang.
– Mudah dikonsumsi, maksudnya: bisa langsung dimakan atau kalau harus dimasak dulu pun mudah dimasaknya
– Jangan terlalu manis atau terlalu asin atau terlalu asam atau terlalu berbumbu. Makanan Jepang itu mild, nggak seperit makanan Asia lainnya. Teman gw bawa bajigur dari Indonesia. Menurut dia sih itu nggak manis. Tapi menurut orang Jepang, itu terlalu manis. Jadi bajigur dia teronggok berminggu-minggu di meja lab. Akhinya malah dimakan oleh kami berdua hampir tiap hari tapi masih belum habis juga. Gak tahu deh nanti siapa yang akan habiskan. Hihihi.. Trus kakak kelas gw pernah bawa oleh-oleh berupa rokok Indonesia (lupa merk apa) yang aromanya tajam bgt. Ya jelaslah orang Jepang nggak ada yg kuat menghisap rokok tsb. Jadi rokok sebanyak itu teronggok selama dua tahun di lab gw sebelum akhirnya diminta oleh seorang pelajar Indonesia yg kebetulan main-main di lab gw.
– Jangan yang pedas. Orang Jepang nggak bisa makan makanan pedas. Jadi jangan bawa keripik pedas, rendang pedas, dsb. Apalagi sambal, jangan coba-coba dibawa deh. Mereka bisa keracunan. :B
Contoh oleh-oleh yg bisa dibawa untuk anggota lab:
– kopi Indonesia (misal: kopi toraja, robusta, arabika, bali)
– keripik atau snack khas (misal: keripik pisang, keripik singkong, keripik kentang, sale pisang)
– cokelat khas (konon katanya ada cokelat khas Indonesia, gw lupa namanya, wkt itu teman gw beli di Ciwalk Bandung)
Yang gw tulis di atas tuh oleh-oleh untuk anggota lab secara umum. Sedangkan kalau kita mau ngasih spesifik ke satu orang misalnya karena telah bantuin kita bikin poster, terserah deh mau ngasih oleh-oleh apa.
Yang ini sih mungkin lebih gampang nyarinya karena lidah kita kan kurang lebih sama. Hihihi…… Jadi bawa aja makanan-makanan yang kita suka, pasti mereka juga suka.
Biasanya sih yang dibawa adalah:
– Barang-barang ber-merk dari kota kita. Gw susah nih menjelaskannya, maksudnya bukan barang bermerk kayak Levis, Benneton, dsb melainkan misalnya kalo di Bandung tuh pisang molen Kartika Sari atau Maya Sari, brownies Prima Rasa, brownies kukus Amanda, batagor Riri atau Kingsley, pempek Pak Raden. Biasanya kalo kita pergi ke luar kota atau ke luar negeri, orang-orang minta dibawain oleh-olehnya tuh barang2 yg gw sebutin tadi.
– Rendang. Rata-rata orang Indonesia suka rendang kok. Apalagi kalo udah berbulan-bulan atau bertahun-tahun di Jepang di mana makanan tuh mild semua, pasti kangen dengan spicy-nya rendang Indonesia. Hihihi….
– Dendeng dan abon. Ini bisa untuk konsumsi pribadi selama berbulan-bulan, bisa juga untuk diberikan kepada teman-teman, bisa juga untuk dipake makan rame-rame.
– Mie instan (misal: Indomie) dan bumbu instan (misal: Indofood, Kokita, Bamboe). Ini cocoknya untuk ucapan terima kasih atau untuk “upeti”. Misalnya: kita mau nebeng di rumah orang selama 3 hari, kasih aja bbrp bungkus mie instan atau bumbu instan soalnya barang2 tsb di sini mahal, antara 80-100 yen per bungkus.
– Kalo mau disamain dengan oleh-oleh untuk anggota lab juga nggak apa-apa. Biasanya sih gw bawa barang yg sama utk orang2 Indonesia dan untuk anggota lab yaitu keripik. Maklumlah di Bandung kan ada bermacam-macam keripik (keripik singkong, kentang, pisang, ubi, opak, tempe, oncom, dsb). Lagipula keripik tuh tahan lama, jd gw gak takut kadaluarsa.
Akhir kata, selamat berburu oleh-oleh.
Berikut ini adalah tips oleh-oleh yang perlu dibawa:
A. Oleh-oleh untuk Sensei
Ketika pertama kali datang, bawalah oleh-oleh, maksudnya untuk bilang, “Mohon bimbingan Anda.” Yang biasa dibawa adalah barang-barang khas Indonesia misalnya wayang, batik, pajangan tradisional.
Ketika kembali dari pulang kampung, bisa membawa oleh-oleh berupa makanan atau minuman Indonesia yang tahan lama dan mudah dikonsumsi. Contoh: kopi Toraja.
Ketika selesai studi, berikan sesuatu untuk ucapan terima kasih. Gw belum pernah mengalami nih, jadi nggak bisa ngasih tips apa-apa. Tapi lihat dari pengalaman kakak kelas sih, dia ngasih penjepit dasi ke sensei.
B. Oleh-oleh untuk anggota lab
Bawalah makanan atau minuman yang:
– Bisa dimakan rame-rame. Maksudnya, kita nggak usah ngasih ke semua anggota lab satu per satu tapi bawa aja satu paket oleh-oleh untuk seluruh anggota lab.
– Cukup untuk semua anggota lab. Jangan sampe kita cuma bawa 7 biji padahal anggota lab ada 23 orang.
– Mudah dikonsumsi, maksudnya: bisa langsung dimakan atau kalau harus dimasak dulu pun mudah dimasaknya
– Jangan terlalu manis atau terlalu asin atau terlalu asam atau terlalu berbumbu. Makanan Jepang itu mild, nggak seperit makanan Asia lainnya. Teman gw bawa bajigur dari Indonesia. Menurut dia sih itu nggak manis. Tapi menurut orang Jepang, itu terlalu manis. Jadi bajigur dia teronggok berminggu-minggu di meja lab. Akhinya malah dimakan oleh kami berdua hampir tiap hari tapi masih belum habis juga. Gak tahu deh nanti siapa yang akan habiskan. Hihihi.. Trus kakak kelas gw pernah bawa oleh-oleh berupa rokok Indonesia (lupa merk apa) yang aromanya tajam bgt. Ya jelaslah orang Jepang nggak ada yg kuat menghisap rokok tsb. Jadi rokok sebanyak itu teronggok selama dua tahun di lab gw sebelum akhirnya diminta oleh seorang pelajar Indonesia yg kebetulan main-main di lab gw.
– Jangan yang pedas. Orang Jepang nggak bisa makan makanan pedas. Jadi jangan bawa keripik pedas, rendang pedas, dsb. Apalagi sambal, jangan coba-coba dibawa deh. Mereka bisa keracunan. :B
Contoh oleh-oleh yg bisa dibawa untuk anggota lab:
– kopi Indonesia (misal: kopi toraja, robusta, arabika, bali)
– keripik atau snack khas (misal: keripik pisang, keripik singkong, keripik kentang, sale pisang)
– cokelat khas (konon katanya ada cokelat khas Indonesia, gw lupa namanya, wkt itu teman gw beli di Ciwalk Bandung)
Yang gw tulis di atas tuh oleh-oleh untuk anggota lab secara umum. Sedangkan kalau kita mau ngasih spesifik ke satu orang misalnya karena telah bantuin kita bikin poster, terserah deh mau ngasih oleh-oleh apa.
C. Oleh-oleh untuk orang Indonesia
Yang ini sih mungkin lebih gampang nyarinya karena lidah kita kan kurang lebih sama. Hihihi…… Jadi bawa aja makanan-makanan yang kita suka, pasti mereka juga suka.
Biasanya sih yang dibawa adalah:
– Barang-barang ber-merk dari kota kita. Gw susah nih menjelaskannya, maksudnya bukan barang bermerk kayak Levis, Benneton, dsb melainkan misalnya kalo di Bandung tuh pisang molen Kartika Sari atau Maya Sari, brownies Prima Rasa, brownies kukus Amanda, batagor Riri atau Kingsley, pempek Pak Raden. Biasanya kalo kita pergi ke luar kota atau ke luar negeri, orang-orang minta dibawain oleh-olehnya tuh barang2 yg gw sebutin tadi.
– Rendang. Rata-rata orang Indonesia suka rendang kok. Apalagi kalo udah berbulan-bulan atau bertahun-tahun di Jepang di mana makanan tuh mild semua, pasti kangen dengan spicy-nya rendang Indonesia. Hihihi….
– Dendeng dan abon. Ini bisa untuk konsumsi pribadi selama berbulan-bulan, bisa juga untuk diberikan kepada teman-teman, bisa juga untuk dipake makan rame-rame.
– Mie instan (misal: Indomie) dan bumbu instan (misal: Indofood, Kokita, Bamboe). Ini cocoknya untuk ucapan terima kasih atau untuk “upeti”. Misalnya: kita mau nebeng di rumah orang selama 3 hari, kasih aja bbrp bungkus mie instan atau bumbu instan soalnya barang2 tsb di sini mahal, antara 80-100 yen per bungkus.
– Kalo mau disamain dengan oleh-oleh untuk anggota lab juga nggak apa-apa. Biasanya sih gw bawa barang yg sama utk orang2 Indonesia dan untuk anggota lab yaitu keripik. Maklumlah di Bandung kan ada bermacam-macam keripik (keripik singkong, kentang, pisang, ubi, opak, tempe, oncom, dsb). Lagipula keripik tuh tahan lama, jd gw gak takut kadaluarsa.
Akhir kata, selamat berburu oleh-oleh.
Komentar
Posting Komentar